posted by aryo tejo w on July 9, 2019

Sistem informasi retail atau orang pada umumnya menyebut toko, sudah banyak ditemui dan tersebar di internet. Secara global retail mempunyai transaksi beli dan kemudian jual. Transaksi membeli barang dengan harga tertentu, untuk kemudian dijual dengan harga yang lebih tinggi. Selisih harga penjualan dan pembelian, itulah laba kotor penjualan.

Apabila usaha retail telah ditetapkan PKP, (pengusaha Kena pajak, yang transaksi penjualan mencapai 4,8 Milyar rupiah setahun), maka harus wajib untuk menyetor pajak. Oleh karena setiap penjualan yang terjadi akan terkena PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10%.

Pemilik usaha retail, saat membeli barang membayar nilai jual dari supplier, yang sudah dibebani pajak PPN. Dan sebaliknya, saat Pemilik usaha retail menjual barang ke konsumen (end user) akan membebankan pajak PPN 10, yang nanti dipotongkan dari hasil penjualan tadi untuk dibayarkan ke kantor pajak.

 

Sekilas pemilik usaha retail dua kali terkena PPN 10, yaitu saat membeli, untuk kemudian disebut PM (Pajak Masuk) dan saat menjual, disebut PK (Pajak Keluar). Untuk itu, pemilik usaha retail akan minta lebih bayar PPN ke kantor pajak, dengan melampirkan transaksi penjualan yang sudah ada no faktur yang dikeluarkan oleh e-faktur kantor pajak.

Silakan Download gratis klik UNDUH untuk trial produknya.

Leave a Comment

Fields with * are required.

Please enter the letters as they are shown in the image above.
Letters are not case-sensitive.