posted by aryo tejo w on August 19, 2020

Modul stok atau modul barang digunakan untuk mengelola data item penjualan. Aset utama bisnis retail adalah item barang yang tersimpan. Oleh karena dalam usaha retail, satuan barang akan menentukan harga penjualannya. Secara konsep, semakin membeli barang dalam jumlah banyak, akan semakin murah nilainya per item satuan.

Untuk mempermudah dalam pendataan barang, dibedakan kode barang untuk beberapa satuan. Yaitu satuan Lusin dengan akhiran L, satuan Grosir dengan akhiran G.

Gambar Modul Stok

 

Cara pengisian ( simpan )

  1. Isi kode Departemen, dengan tekan tombol kecil sebelah  kiri kotak isian
  2. Isi kode Supplier , dengan tekan tombol kecil sebelah  kiri kotak isian
  3. Kode Barang, otomatis terisi rangkaian kode Departemen dan kode Supplier serta angka urutnya.

Apabila akan menggunakan kode bar (barcode) dari kode pabrik yang menempel di kemasan produk, maka langkahnya sebagai berikut:

3.a hapus dulu isian otomatis di kode barang tadi

3.b pastikan kursor masih di kode barang. Gunakan scanner barcode untuk menembak kode yang menempel di kemasan barang.

3.c  kode karakter (biasanya kombinasi 9 angka lebih) akan muncul di kotak isian kode barang.

 

  1. Isikan nama barang dan seterusnya, isikan hingga kotak isian satuan.
  2. Kotak pilihan ‘konsinyasi’ digunakan apabila barang adalah titipan dari supplier, artinya setiap penjualan akan terlaporkan di modul pembayaran konsinyasi ke supplier
  3. Tekan tombol Simpan untuk mengakhiri

 

Apabila akan mengisi data baru, tekan Tombol Baru. Klik ini untuk lanjut membaca

Leave a Comment

Fields with * are required.

Please enter the letters as they are shown in the image above.
Letters are not case-sensitive.