posted by aryo tejo w on November 23, 2020

Sekolah dimulai dari sekolah dasar hingga sekolah atas, mempunyai item pembayaran selain SPP. Hal ini berlaku untuk sekolah swasta, karena yang negeri sudah dibantu oleh negara. Untuk sekolah dasar SD, dalam 1 kelas mempunyai jumlah siswa rata-rata 30 anak. Jika sampai kelas 6 maka dalam sekolah dasar itu kira-kira ada siswa sebanyak 30 x 6 , 180 siswa.

 

Seorang admin keuangan, bisa mencatat transaksi keuangan semua anak secara manual, yang diharapkan semua pembayaran lancar tidak ada tunggakan, dan semua anak mempunyai kewajiban pembayaran SPP yang sama.

 

 

 

 

 

Pada kenyataan, suatu SD rata-rata ada 2 kelas, A dan B, serta tiap anak mempunyai kewajiban pembayaran SPP yang berbeda-beda. Apabila tiap anak dibekali dengan kartu SPP,  seorang admin masih bisa dengan lancar mencatat transaksi yang ada. Akan tetapi jika ada tunggakan, apa lagi saat ada pandemi ini yang mengakibakan resesi, tunggakan pembayaran pasti ada.

 

Agar kerja admin keuangan sekolah tidak “over loaded”, yang harus lembur tiap menyusun laporan keuangan dan tagihan siswa, maka perlu dibuatkan aplikasi monitoring SPP.

 

[ gbr depan aplikasi ]

 

Secara umum, aplikasi SPP ini terdiri dari; modul siswa, modul pribadi siswa, modul pembayaran SPP, modul pendaftaran, modul tagihan SPP dan  modul Pindah Kelas

[ gbr menu kanan ]

 

klik untuk artikel selanjutnya

Leave a Comment

Fields with * are required.

Please enter the letters as they are shown in the image above.
Letters are not case-sensitive.